Semesta Berbisik

We'ar All Human, Celebrate Diversity

[dot] .GAY: Ekstensi Maya yang Penuh Warna dan Makna

Saya ingin memulai tulisan ini dengan kembali menyegarkan ingatan mengenai konsep penerimaan, seberapa jauh dan seberapa yakinnya manusia memaknai konsep ini. Sebab saya sendiri tidak yakin, dalam perkara sekecil apapun itu, menyoal keberterimaan akan selalu menjadi topik yang sangat lentur dan bergesekan dengan apapun yang ada di sekitarnya.

Pada tulisan ini, saya akan memperkenalkan konsep keberterimaan yang bergesekan dengan relasi antar peran atau yang sering disebut gender. Untuk melihat lebih lanjut dan membuanya tetap berada di “jalan yang lurus”. Maka perlu rasanya saya memasang “hakim garis” nan tegas tentang gender dan gesekan mengenai apa yang akan saya lantunkan.

Gender (atau apapun kata yang sepadan untuk membahas peran, status dll) dalam belantara dunia maya, belum banyak atau bahkan belum ada satupun ekstensi yang jauh lebih spesifik membahasa menyoal keberagaman gender. Bahkan sejauh ini, belum pernah saya dapati ekstensi seperti [dot].male dan [dot].female. Sehingga dengan yakin saya berasumsi jika belantara ekstensi di dalam dunia maya sangat bebas gender.

Walaupun telah banyak kita temukan alamat situs yang setalian dengan gender dan gerakan feminisme, namun yang menjadi pembedanya terletak pada titik ektensinya. Baru-baru ini situs penyedia jasa hosting dan domain dunia sekelas www.namecheap.com akan merilis ekstensi baru yang nantinya mewakili konsep gender pertama dalam dunia penyediaan jasa hosting dan domain.

Berkat terobosan yang dilakukan oleh situs www.namecheap.com, maka dipastikan akan menghadirkan sederet asumsi panjang yang akan meruah dan bermunculan menyangkut sesuatu hal yang paling update dari kegemaran seseorang (walaupun sebenarnya jika merujuk pada SOGIESC, gay masuk pada sexual orientation). Tulisan ini tentu bukan ramalan, namun tulisan ini berangkat dari pola perilaku manusia dalam berasumsi untuk menyikapi hal seperti ini.

Asumsi pertama, merujuk dari sejarah ditemukannya perangkat komputer Alan Turing (1912 – 1954) yang merupakan seorang gay. Kedua, emrio pertama yang akan lahir tiga hari kedepan dalam belantara dunia maya, dan bisa dipastikan dia adalah seorang [dot]gay. Ketiga, dunia maya dan dunia realita nampaknya akan berbanding terbalik menyoal konsep keberterimaan dan keragaman, walaupun di beberapa negara maju gerakan feminisme sudah cukup terakui.

Keempat, masyarakat global yang memiliki ciri utama lekat dengan dunia dalam jaringan, Artificial Intelegence (AI) dll, akan memiliki peradaban yang jauh lebih berwarna dan penuh makna, jika dibandingkan dengan masyarakat realita dalam konteks Indonesia. Dari empat asumsi ini, tentu tidak menutup kemungkinan memunculkan pengembangan-pengembangan baru, atau bahkan memunculkan beberapa asumsi lain yang lebih tajam lagi.

Sampai titik ini saya kemudian berefleksi, sembari membayangkan peradaban masyarakat global ke depan. Sementara di lain sisi kata “anj*y” masih menjadi konsumsi masyarakat kita, walaupun saya menyadari kedua hal ini tidak selayaknya dibandingkan aple to aple. Mengakhiri tulisan ini, saya ingin mengutip kata dari seorang guru, “pada akhirnya, kita akan memilih antara membaca atau malah dibaca oleh kebudayaan” Alwy Rachman.

2 comments on “[dot] .GAY: Ekstensi Maya yang Penuh Warna dan Makna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *